skip to main | skip to sidebar

Just Dream

Pages

  • Beranda

Minggu, 01 Juli 2012

tanggung jawab


Pengertian Tanggung Jawab
        Setiap manusia dalam menjalani kehidupan ini memiliki Tanggung Jawab, dimana Tanggung Jawab tersebut disesuaikan dengan apa yang kita Lakukan. Arti dari Tanggung Jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya, jadi Berkewajiban Menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
            Apabila dikaji Tanggung Jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, Pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. dengan keseimbangan , keserasian, keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.

Macam-Macam Tanggung Jawab
     Manusia berjuanguntuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan adapun untuk kebutuhan orang lain.  Dalam usahanya setiap manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan dan membantunya yaitu kekuasaan Tuhan. Berikut ini merupakan Macam'' Tanggung Jawab yaitu :

1.                  Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri : yakni menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. 
2.                   Tanggung Jawab terhadap Keluarga : Keluarga Merupakan masyarakat kecil. setiap anggota Keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. 
3.                  Tanggung Jawab terhadap Masyarakat : Pada hakekatnya Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan Manusia lain. dengan demikian manusia merupakan anggota Masyarakat yang tentunya mempunyai rasa Tanggung Jawab agar dapat melangsungkan hidupnya dalam Masyarakat tersebut. 
4.                   Tanggung Jawab kepada Bangsa / Negara : Bahwa setiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara
5.                  Tanggung Jawab terhadap Tuhan : Tuhan Menciptakan manusia di Bumi ini bukanlah tanpa Tanggung Jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar bertanggung Jawab langsung terhadap Tuhan. sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab Suci melalui berbagai macam Jenis Agama. Menerima hukuman diakhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup di Dunia ini. 

Contoh – contoh tanggung jawab

1. tanggung jawab terhadap diri sendiri
Contoh : andi menelpon sambil mengendarai motor. Meskipun sebentar-sebentar ia melihat jalan, tetap juga ia lengah, dan menabrak motor lain.tangannya patah tulang dan motor yang dia kendarai rusak parah. Ia menyesali dirinya sendiri akan kejadiaan itu. Ia harus beristirahat dirumah beberapa hari. Konsekwensi tinggal dirumah beberapa hari merupakan Tanggung Jawab sendiri akan kelengahannya.
2. tanggung jawab terhadap keluarga
Contoh : Seorang ayah Bertanggung Jawab terhadap keluarganya dengan Mencari Nafkah agar anak dan Istrinya dapat Hidup Bahagia, sehat, tentram, dan Hidupnya dapat Terpenuhi
3. tanggung jawab terhadap masyarakat
Contoh : Seorang ketua RT harus bertanggung Jawab menyelesaikan masalah apabila anggotanya / warganya mengalami Perselisihan dengan warga lain.
4. tanggung jawab terhadap bangsa dan negara
Contoh :  bejo yang terkenal sebagai warga yang baik, terpaksa mencuri peralatan milik kelurahan demi sekolah ke empat anaknya. Perbuatan bejo ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah.

5. tanggung jawab terhadap tuhan
Contoh : seorang Biarawati dengan Ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan Hukum-Hukum yang ada pada Agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdi diri kepada Tuhan demi rasa Tanggung Jawabnya. Dalam rangka memenuhi Tanggung Jawab ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat Manusia pada umumnya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan. 

sumber
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab9-manusia_dan_tanggung_jawab.pdf
http://desispectryani.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-tanggung-jawab.html



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Diposting oleh andrey di 05.38 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 30 April 2012

pandangan hidup manusia


A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. CITA-CITA 

Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai cita-citanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.
2. Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.
3. Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.

C.KEBAJIKAN 

Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada 3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.

D. USAHA / PERJUANGAN

Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri.

E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN

Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan.

F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

Setaip manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Mengenal
kita harus mengenal dulu diri kita sendiri itu seperti apa dan bagaimana untuk menyesuaikan nya.
 2. Mengerti
kita harus mengerti semua apa yang telah kita lakukan dan apa yang sudah kita lakukan.
3. Menghayati
apabila kita sudah mengenal dan mengerti selanjutnya kita harus menghayatinya dengan hati. Dalam artian kita melakukan nya sesuai keinginan dalam hati kita.
4. Meyakini
Dalam melakukan suatu kegiatan kita harus menyakini dengan hati yang bersih dan berserah diri kepada allah. insyaallah kita akan di berikan suatu petunjuk yang bener oleh allah.
5. Mengabdi
Setelah semua yang tadi telah kita lakukan tinggal kita mengabdi kepada negara dimana tempat kita tinggal. Dan tidak lupa juga membalas semua kebaikan kedua orangtua kita karna tanpa doa orangtua kita tidak akan bisa sukses.
opini
pangdangan hidup manusia satu dengan yang lain tidak lah sama.untuk itu kita harus menghargai apa yang di lakukan orang lain karena mungkin saja menurut dia itu yang terbaik buat dia .  pandangan hidup ini lah yang akan menentukan jalan hidup dia untuk menjalani hidup yang terbaik untuknya. kita harus menghormati apa yang dia pilih, yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengambil cara untuk menjadi orang yang sukses . 
 
sumber

http://triicecsfabregas.blogspot.com/2011/11/manusia-dan-pandangan-hidup.html


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Diposting oleh andrey di 20.00 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Minggu, 29 April 2012

keadilan untuk manusia


A.   Pengertian Keadilan
     Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ektrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Begitupun sebaliknya.
B.               Keadilan Sosial
    Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila berbunyi : “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan atau ketidak adilan setiap hari.

C. macam macam keadilan
a. KEADILAN LEGAL ATAU KEADILAN MORAL
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.
b. KEADILAN DISTRIBUTIF
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
c. KEADILAN KOMUTATIF
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
D. KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
hakekat kejujuran
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk.
E. Kecurangan

      Curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani.Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbn kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat diselilingnya hidup menderita.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain:

1.Faktor ekonomi. 
Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya.
2.Faktor Peradaban dan Kebudayaan 
Faktor peradaban dan kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. 3.Teknis
Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikap adil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.


F. Pemulihan nama baik
     Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hti-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin, dan lain sebagainya.
G.Perhitungan (HISAB) dan pembalasan
Dinegara kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan yaitu POLISI, disini polisi akan menyelidiki, dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan yang selanjutnya akan diserahkan kepengadilan untuk diproses menurut UUD.
Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia.
F.Pembalasan

     Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah lau yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.

sumber
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/manusia-dan-keadilan-beserta-contoh-kasus/
http://saly-enjoy.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-keadilan.html



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Diposting oleh andrey di 00.00 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Sabtu, 28 April 2012

penderitaan dan penyiksaan


Penderitaan, atau sakit dalam arti luas, adalah sebuah pengalaman tidak menyenangkan dan keengganan terkait dengan bahaya atau ancaman salahnya individu. Penderitaan adalah elemen dasar yang membentuk negatif valensi dari afektif fenomena .
Penderitaan dapat dikualifikasikan sebagai fisik. atau mental. Ini mungkin datang dalam semua derajat intensitas, dari ringan sampai tak tertahankan. Faktor durasi dan frekuensi kejadian biasanya senyawa yang intensitas. Sikap terhadap penderitaan dapat sangat bervariasi, dalam penderita atau orang lain, sesuai dengan berapa banyak dianggap sebagai dihindari atau tidak dapat dihindari, berguna atau tidak berguna, layak atau tidak layak
Penyiksaan adalah tindakan menimbulkan rasa sakit yang parah (baik fisik atau psikologis ) sebagai alat hukuman, dendam, informasi memaksa atau pengakuan, atau hanya sebagai tindakan kekejaman. Sepanjang sejarah, penyiksaan telah diambil pada berbagai formulir, dan telah sering digunakan sebagai metode politik pendidikan ulang , interogasi, hukuman, dan pemaksaan. Selain penyiksaan yang disponsori negara, individu atau kelompok dapat termotivasi untuk menimbulkan penyiksaan pada orang lain untuk alasan yang sama dengan negara, namun motif penyiksaan juga bisa untuk sadis pemuasan penyiksa.
Penyiksaan dilarang oleh hukum internasional dan hukum nasional negara di abad 21. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia , serta dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pasal 5 dari PBB Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia . Penandatangan Konvensi Jenewa Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat resmi setuju untuk tidak menyiksa tahanan dalam konflik bersenjata. Penyiksaan juga dilarang oleh Konvensi PBB Menentang Penyiksaan , yang telah diratifikasi oleh 147 negara. 
Fobia (dari Yunani : φόβος, Phobos , yang berarti "takut" atau "takut mengerikan") adalah, bila digunakan dalam konteks psikologi klinis , jenis gangguan kecemasan , biasanya didefinisikan sebagai takut terus-menerus dari suatu obyek atau situasi di yang penderita berkomitmen untuk berusaha keras dalam menghindari, biasanya proposional dengan bahaya yang ditimbulkan sebenarnya, sering diakui sebagai irasional. Dalam hal fobia tidak dapat dihindari sepenuhnya penderita akan bertahan situasi atau objek dengan ditandai kesusahan dan gangguan yang signifikan dalam kegiatan sosial atau pekerjaan.
Penderitaan syarat dan penurunan seperti yang didefinisikan oleh Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders, Edisi Keempat ( DSM-IV-TR ) juga harus mempertimbangkan konteks lingkungan penderita jika mencoba diagnosis. DSM-IV-TR menyatakan bahwa jika stimulus fobia, apakah itu suatu obyek atau situasi sosial, tidak ada sama sekali di lingkungan - diagnosis tidak dapat dibuat. Contoh dari situasi ini akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa takut tikus ( Suriphobia ) tapi tinggal di daerah tanpa tikus. Meskipun konsep tikus menyebabkan penderitaan ditandai dan gangguan dalam diri individu, karena individu tidak menemukan tikus di lingkungan tidak ada gangguan yang nyata atau penurunan nilai yang pernah dialami. Jarak dan sejauh mana melarikan diri dari stimulus fobia juga harus dipertimbangkan. Sebagai penderita mendekati stimulus fobia, peningkatan tingkat kecemasan (misalnya sebagai satu mendapatkan lebih dekat dengan ular, takut kenaikan ophidiophobia ), dan sejauh mana melarikan diri dari stimulus fobia terbatas dan memiliki efek memvariasikan intensitas ketakutan dalam kasus seperti naik elevator (kecemasan meningkat misalnya pada titik tengah antara lantai dan menurun ketika lantai tercapai dan pintu terbuka).
Orang mengembangkan ketakutan spesifik sebagai hasil belajar. Ini telah dipelajari dalam psikologi sebagai penyejuk rasa takut , dimulai dengan John B. Watson percobaan Sedikit Albert pada tahun 1920, yang terinspirasi setelah mengamati anak dengan ketakutan irasional terhadap anjing. Dalam penelitian ini, seorang anak 11-bulan-tua dikondisikan untuk takut tikus putih di laboratorium. Ketakutan menjadi umum untuk menyertakan putih lainnya, benda berbulu, seperti kelinci, anjing, dan bahkan bola kapas. Dalam dunia nyata, ketakutan dapat diperoleh dengan kecelakaan traumatis yang menakutkan. Misalnya, jika seorang anak jatuh ke dalam sumur dan berjuang untuk keluar, ia mungkin mengembangkan rasa takut sumur, ketinggian ( acrophobia ), ruang tertutup ( claustrophobia ), atau air ( aquaphobia ). Ada penelitian melihat bagian otak yang terpengaruh dalam kaitannya dengan rasa takut. Ketika melihat daerah-daerah (amigdala), diusulkan bahwa seseorang belajar untuk takut terlepas dari apakah mereka sendiri mengalami trauma, atau jika mereka telah mengamati rasa takut pada orang lain. Dalam sebuah penelitian selesai oleh Andreas Olsson, Katherine I. Menjelang dan Elizabeth A. Phelps amigdala dipengaruhi baik ketika subjek mengamati orang lain yang disampaikan ke aktivitas permusuhan, mengetahui bahwa perlakuan yang sama menunggu sendiri, dan ketika mata pelajaran yang kemudian ditempatkan dalam rasa takut memprovokasi situasi. Hal ini menunjukkan ketakutan yang dapat berkembang di kedua kondisi, tidak hanya cukup dari sejarah pribadi.
Pengalaman ketakutan dipengaruhi oleh pengaruh sejarah dan budaya. Sebagai contoh, di awal abad 20, banyak orang Amerika takut polio , penyakit yang melumpuhkan bagian tubuh itu mempengaruhi, meninggalkan bagian tubuh bergerak selama sisa hidup seseorang. Ada juga konsisten perbedaan lintas budaya dalam cara orang menanggapi ketakutan. aturan Tampilan mempengaruhi bagaimana orang mungkin adalah untuk menunjukkan ekspresi wajah ketakutan dan emosi lainnya.
Meskipun rasa takut yang dipelajari, kapasitas untuk rasa takut adalah bagian dari sifat manusia . Banyak penelitian telah menemukan bahwa ketakutan tertentu (hewan misalnya, ketinggian) jauh lebih umum daripada yang lain (misalnya bunga, awan). Ketakutan ini juga lebih mudah untuk menginduksi di laboratorium. Fenomena ini dikenal sebagai kesiapan . Karena manusia awal yang cepat untuk takut situasi berbahaya lebih mungkin untuk bertahan hidup dan bereproduksi, kesiapan ini berteori untuk menjadi efek genetik yang merupakan hasil dari seleksi alam .
Dari psikologi evolusioner perspektif, ketakutan yang berbeda mungkin berbeda adaptasi yang telah berguna dalam masa lalu evolusioner kita. Mereka mungkin telah dikembangkan selama periode waktu yang berbeda. Beberapa ketakutan, seperti takut ketinggian, mungkin umum untuk semua mamalia dan dikembangkan selama Mesozoic periode. Ketakutan lain, seperti takut ular, mungkin umum untuk semua simians dan dikembangkan selama Kenozoikum periode waktu. Yang lain, seperti takut tikus dan serangga, mungkin unik bagi manusia dan dikembangkan selama paleolitik dan neolitik periode waktu (ketika tikus dan serangga menjadi pembawa penting dari penyakit menular dan berbahaya bagi tanaman dan makanan disimpan).
Ketakutan adalah tinggi hanya jika risiko yang diamati dan keseriusan keduanya tinggi dan rendah jika satu atau yang lain dari risiko yang terlihat atau keseriusan rendah

sumber
 wikipedia.org



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Diposting oleh andrey di 10.09 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Now Playing: Krispatih - Lagu Rindu.mp3

kalender


Free Blog Content

jam

zodiak

Zodiac Myspace Comments
MyNiceProfile.com
Thinking Of You Myspace Comments
MyNiceProfile.com
Miss You Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Blog Archive

  • ▼  2015 (3)
    • ▼  Juni (1)
      • cloud computing
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (4)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2013 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (21)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Juli (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2011 (11)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

 
Copyright (c) 2010 Just Dream. Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES